Rutinitas kerja yang sama dari hari ke hari dapat membuat waktu terasa berjalan lambat. Ketika aktivitas tidak banyak berubah, pikiran kehilangan rangsangan baru yang biasanya memicu semangat. Hal ini umum terjadi di berbagai jenis pekerjaan.
Monoton juga dapat muncul ketika pekerjaan jarang memberikan variasi atau tantangan ringan. Tugas yang dilakukan secara otomatis tanpa keterlibatan mental membuat seseorang bekerja secara mekanis. Dalam jangka panjang, kondisi ini mengurangi rasa kepuasan.
Kurangnya jeda dan interaksi juga berperan. Ketika hari dipenuhi tugas tanpa ruang untuk berhenti sejenak, pekerjaan terasa seperti rangkaian kewajiban tanpa napas. Hal ini memperkuat rasa jenuh.
Memahami penyebab monoton membantu melihat rutinitas kerja dengan lebih objektif. Dari sini, langkah kecil dapat diambil untuk menciptakan suasana kerja yang lebih hidup.
